Presiden Ukraina menetapkan tanggal 16 Februari sebagai hari Persatuan Bagi Ukraina

Foto: Warga mengikuti latihan militer untuk warga sipil yang dilakukan kelompok radikal sayap kanan (Right Sector) di tengah ancaman invasi Rusia di Kyiv, Ukraina, Minggu (13/2/2022). (REUTERS/Umit Bektas)

Kotanopan.com, Meskipun banyak media barat memperkirakan bahwa bahwa 16 Februari akan menjadi hari bersejarah, dimana Rusia akan mulai menyerang Ukraina. Namun Presiden Ukraina Zelenskiy menyatakan bahwa 16 Februari akan menjadi hari persatuan bagi Ukraina. Dimana pada 16 februari Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskiy meminta warga Ukraina untuk mengibarkan bendera negara di gedung-gedung dan menyanyikan lagu kebangsaan secara serempak pada 16 Februari.  Bersamaan dengan hari dimana Beberapa media Barat memprediksi 16 Februari merupakan kemungkinan invasi Rusia. Hal ini dimaksudkan untuk menunjukan kepada dunia bahwa, Rakyat Ukraina siap bersatu. 

Foto: Warga mengikuti latihan militer untuk warga sipil yang dilakukan kelompok radikal sayap kanan (Right Sector) di tengah ancaman invasi Rusia di Kyiv, Ukraina, Minggu (13/2/2022). (REUTERS/Umit Bektas)
Foto: Warga mengikuti latihan militer untuk warga sipil yang dilakukan kelompok radikal sayap kanan (Right Sector) , Minggu (13/2/2022). (REUTERS/Umit Bektas)

Kantor Presiden Zelenskiy merilis dekrit yang menyerukan semua desa dan kota di Ukraina untuk mengibarkan bendera negara pada Rabu (16/2), dan menyanyikan lagu kebangsaan pada pukul 10 pagi. Pemerintah juga menyerukan peningkatan gaji tentara dan penjaga perbatasan.
Baca juga :Definisi dan kecenderungan selingkuh dari sudut pandang laki-laki

Presiden ukraina berusia 44 tahun tersebut, menyatakan tidak memprediksi serangan pada tanggal tersebut (16 Februari) , tetapi justru  menanggapi dengan skeptis terhadap laporan media asing dan media barat. Beberapa organisasi media Barat bahkan telah mengutip pernyataan pejabat AS dan lainnya bahwa pasukan Rusia akan siap untuk menyerang Ukraina  pada 16 Februari.



Dikutip dari RT.com, Senin, 14 Februari 2022. Bahwa presiden Ukraina sempat meminta Presiden Amerika serikat Joe Bden untuk datang ke Ukraina, untuk menstabilkan keadaan “Saya yakin bahwa kedatangan Anda di Kyiv dalam beberapa hari mendatang sangat penting untuk menstabilkan situasi, akan menjadi sinyal yang kuat dan berkontribusi pada de-eskalasi,” kata Zelensky.

Meski demikian, negara-negara seperti Amerika Serikat, Inggris dan Australia mendesak warganya segera meninggalkan Ukraina Sebelum Rusia benar-benar menyerang Ukraina nantinya, mengingat ancaman militer Rusia. Maka sangat kecil kemungkinan Presiden Amerika Joe biden datang ke Ukraina, sedangkan Warga Negara amerika saja sudah disarankan pergi dari ukraina??
Baca juga:Aplikasi Penghasil uang Neo Plus Resmi Dari bank neo

Bahkan dikabarkan Joe Biden atau pemerintah amerika akan “lepas tangan” terhadap warga Amerika yang berada di ukraina jika tiba-tiba Rusia melakukan serangan  terhadap Ukraina. Mengingat banyak pihak menyatakan, jika Rusia menyerang Ukraina akan menjadi awal dari perang dunia ke 3 pada tahun 2022 ini.

Mengingat hingga kini, belum ada tanda-tanda Rusia menarik ribuan pasukan mereka yang berada di dekat perbatasan Ukraina. Dikabarkan Amerika Serikat telah memindahkan Operasional Kedutaan Besar dari Kyiv ke Lviv, demi menjaga keselamatan Para Staff kedutaan Amerika yang saat ini masih berada di Ukraina. 



Bahkan Joe Biden menyatakan, tidak akan mengirim pasukan untuk menyelamatkan Warga negara Amerika. Dimana diketahui Peringatan ini berulang kali dilakukan pemerintah AS kepada warganya yang masih berada di Ukraina.
“Keadaan bisa dengan cepat menjadi sangat kacau,” kata Joe Biden dikutip dari NBC News.

Author: Mr. wics

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

eleven − two =