Ditemukan Grup Siswa LGBT di Sekolah Dasar Pekanbaru, KemenPPPA Turun Tangan

Kotanopan.com. Sekitar satu bulan yang lalu, atau Bulan Juni 2023 sempat viral dimedia sosial terkait ditemukannya grup WhatsApp siswa sekolah dasar (SD) yang terindikasi Lesbian, Gay, Biseksual dan Transgender (LGBT) di Pekanbaru, Riau. Dikutip dari tvonenews.com. Dugaan ini muncul ketika  sekelompok siswa yang berada di sekolah dasar tersebut memiliki komunitas untuk siswa yang LGBT. Hal ini diketahui saat handphone siswa dirazia oleh gurunya dan dimintai kata kunci (password).

Mungkinkah Indonesia Sudah darurat Moral?? Pertanyaan yang harus kita tanyakan dan jawab terutama kepada diri kita masing-masing. Darimana anak-anak SD mendapat informasi hal seperti itu? siapa yang mereka tiru? dan bagaimana cara kita para orang tua untuk mengawasi anak-anak kita semua?

Sudah selayaknya kita semua sebagai orang tua dan para guru di sekolah yang mengajar langsung anak-anak agar mampu lebih jauh menjangkau perilaku anak, baik di rumah maupun di sekolah. Selain itu ia juga kita sebagaiorang tua agar lebih memperhatikan pergaulan anak, terutama Rajin mengawasi gadget/ Gawai ataupun handphone anak-anak kita.
Ikon jenis kelamin (istockphoto.com)

Karena Perilaku seperti itu cenderung “menular” bahkan Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA) pernah menyatakan “Anak Korban Pelecehan Gay Berpontensi Jadi Pelaku”. Artinya, hal ini sangat berbahaya jika kita para orang tua dan guru tidak benar-benar memperhatikan perkembangan, perilaku dan pergaulan anak-anak.
Sangat mungkin anak yang awalnya Bukan LGBT tapi ikut menjadi pelaku LGBT.

Kotanopan kutip dari pernyataan yang dikeluarkan Ketua Komnas PA Arist Merdeka Sirait yang di tayangkan pada artikel kumparan.com, ““Di sini anak-anak yang terpapar akan melakukan tindakan yang sama karena dia merasa menjadi itu gaya hidup yang baru, dan itu adalah norma sosial yang lain. Menurut saya ini sangat berbahaya untuk anak kita,” jelasnya.”

Lantas, masihkan kita sebagai orang tua dan Guru tidak juga waspada terkait hal tersebut? Bahkan kasus baru-baru ini tentang korban mutilasi bernama Redho Tri Agustian, yang ternyata sedang melakukan penelitian dengan Topik penelitian yang diajukan oleh Almarhum adalah mengenai perilaku menyimpang kaum gay (LGBT). Penelitian itu mengharuskan korban mengumpulkan data primer dengan berinteraksi dan memasuki kelompok-kelompok yang berafiliasi dengan kelompok LGBT.

Ternyata justru dia menjadi korban, bahkan banyak yang menduga para pelaku ada keterkaitan dengan perilaku LGBT. Hal ini diketahui dimana Fakta soal kasus mutilasi Redho Tri Agustian sedikit demi sedikit mulai terbongkar. Apalagi, soal grup tak wajar yang disebutkan aparat kepolisian soal motif dari pembunuhan sadis itu.

Author: Mr. wics

8 thoughts on “Ditemukan Grup Siswa LGBT di Sekolah Dasar Pekanbaru, KemenPPPA Turun Tangan

  1. Perilaku lgbt sangat meresahkan mas. Sebagai orang dewasa memang perlu mengawasi pergaulan anak-anak dan keponakan mereka agar masuk dalam lingkungan tersebut.

  2. Btw, tapi disini yang LGBT ada juga biarpun masih jarang, bahkan masyarakat umum tahu tapi di maklumi saja, apalagi daerah Banten kan terkenal relijius.

    LGBT, Laki Ganteng Bininya Tiga.🤣

    1. memang kalau banten hebat kakng, saya pengen juga berguru kesana, tapi belum kesampaian, biar bisa 4 sekalian, penuhin kuota. wakakaakak
      atau saya jadi murid online Kang agus aja gimana? minimal bisa dapat janda muda tetangga desa juga gak apa deh,, hihihihi

  3. Masa sih masih SD sudah masuk grup LGBT? Soalnya masih SD lho, kalo SMP mungkin saja.

    Kalo perkiraan ku sih, kakaknya yang sudah gede yang LGBT, lalu biar aman dari orang tua ia pakai hape adiknya buat komunikasi sesama mereka. Adiknya kan ngga tahu jadi dikasih aja.

    Nah, pas ada razia hp di sekolah jadi ketahuan.
    Tapi itu hanya perkiraan sih

    1. Semoga demikian kang, saya juga berharap agar hal-hal seperti ini bisa kita hindari.
      Dan kebetulan kemarin malam saya juga baru menerima informasi, ada Anak laki-laki usia sekitar 8 tahun. diancam oleh 3 teman sebayanya usia sekitar 8 tahun juga yang juga laki-laki dengan pisau lipat kecil (yang biasa dijual Rp500), bahkan diancam akan dip*kosa. dan menurut keterangan anak (korban) pelaku ini menempel2kan alat vitalnya ke Pant*t korban, hingga korban menangis dan trauma.
      tentu hal-hal seperti ini harus menajadi perhatian kita bersama.
      dan sialnya itu terjadi di lingkungan pendidikan didepan teman2 lainya.

  4. ngeri banget anak jaman sekarang, mungkin sebagai orang tua nantinya kita harus menjaga anak dengan serius, supaya tidak tertular pergaulan yang tidak baik 😀

    1. betul sekali kk, Perilaku menyimpang adalah hal yang harus di hindarkan, terutama untuk anak-anak yang belum faham benar norma-norma sosial di tengah2 masyarakat, jangan sampai hal seperti ini seolah-olah menjadi “gaya hidup baru”.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

four × two =