Waspadai modus penipuan salah transfer Ke Rekening Pribadi

Waspada ini Cara Penipu Membohongi Korbanya Di aplikasi Lewat Internet

Kotanopan.com. Waspadai modus penipuan salah transfer Ke Rekening Pribadi, Di era digital seperti sekarang  modus penipuan dan kejahatan online semakin berkembang dan beragam.  Ancaman tersebut semakin serius bahkan kadang bisa melalui para korbannya tanpa menyadari bahwa mereka sudah menjadi korban penipuan online.  Tahun 2024 ini kembali marak salah satu modus penipuan salah transfer,  sebenarnya modus ini sudah muncul sejak tahun 2023 dan cukup menggemparkan saat itu.  Kali ini kotanopan.com akan membahas  cara menghindari modus penipuan salah transfer.

Umumnya modus penipuan salah transfer akan dimulai dari  penipu yang menghubungi pemilik rekening asli dan mengatakan bahwa dia salah mengirim sejumlah uang ke rekening korban,  umumnya pelaku bahkan mengetahui nomor rekening korban beserta jumlah uang yang masuk secara detail.

Kemudian penipu akan meminta korban untuk mengembalikan uang tersebut ke rekening penipu,  di sini pelaku kejahatan memanfaatkan Sisi psikologis korbannya. Bisa dengan berpura-pura bahwa uang itu mau dipakai untuk berobat,  atau mengatakan kepada korban bahwa ia hanya cukup mengembalikan sebagian saja karena merasa itu adalah kelalaian dari  penipu.

 Umumnya Dan biasanya pelaku akan meminta agar korban mengembalikan uang itu dengan cepat dengan berbagai alasan tertentu. Pada kondisi seperti ini biasanya korban tentu akan langsung melihat uang yang ada di rekeningnya.  karena merasa bahwa apa yang dikatakan penipu itu benar tentu dia akan mengembalikan uang tersebut ke rekening penipu.




 Di sinilah kemudian sumber masalah akan dimulai,  tidak berselang lama maka korban akan mendapat sejumlah tagihan dari pinjaman online. Padahal dia sama sekali tidak melakukan pinjaman.  Kenapa bisa demikian?  Karena uang yang dikatakan oleh penipu sebagai uang salah transfer sebenarnya, adalah uang dari hasil pencairan pinjaman online yang dilakukan oleh penipu, sehingga uang tersebut bisa masuk ke rekening atas nama  korban. Namun dalam hal ini korban tidak mengetahui bahwa data-datanya sudah digunakan untuk pengajuan pinjaman online, sehingga menjadi Korban modus penipuan salah transfer.

Ada beberapa kiat atau tips yang bisa kita lakukan untuk menghindari penipuan salah transfer Seperti di atas.

1. Tetap Tenang, berfikir jernih.

Jangan gegabah mengembalikan uang yang masuk ke rekening kita,  jika kita tidak tahu dari mana uang itu masuk.   Apalagi jika uang tersebut masuk dari rekening atas nama perusahaan tertentu yang kita tidak kenal. 

 Pada dasarnya kita bisa meminta pihak bank untuk menunjukkan kepada kita dari mana uang itu masuk caranya dengan meminta rekening koran atau cetak rekening koran / mutasi.  Dari cetak rekening mutasi tadi kita akan bisa melihat dari mana uang tersebut masuk jika uang tersebut masuk atas nama perusahaan tertentu alangkah baiknya kita waspada dan bertanya kepada pihak bank terkait perusahaan tersebut. Biasanya pihak lain akan memiliki informasi mengenai pihak-pihak tertentu yang biasa mentransfer.




2. Biasanya penipu juga akan berpura-pura Sebagai pihak tertentu.

 Mereka bisa berpura-pura sebagai seseorang yang tergesa-gesa mengirim uang ke rekening dan tidak memperhatikan nomor rekeningnya. Hal ini bisa kita patahkan jika kita sanggup berpikir jernih. Angaplah jika seseorang tahu nomor rekening kita secara tidak sengaja karena salah transfer, kemudian dari mana Dia mendapat nomor telepon kita?. Karena  pada dasarnya pihak bank tidak akan mudah untuk memberikan data pribadi kita kepada nasabah lain. Jika bank memberikan tanpa persetujuan pengadilan atau kita maka bank bisa kita tuntut.  Dari logika sederhana ini Kita patut waspada bahwa tidak semua orang yang mengetahui nomor rekening kita pasti mengetahui nomor handphone kita. 

Baca juga:
Ciri penipuan Dan Cara Mencegah Penipuan modus Suara Mirip
Mengulas Fakta kejahatan Penipuan lewat telepon phone Fraud ataupun Scam
Trik Cara menghindari penipuan Online Dan Ciri-ciri Penipuan online

 Pihak  penipu  bisa juga akan berpura-pura sebagai pihak bank, yang mengatakan bahwa telah terjadi kesalahan di sistem sehingga terjadi salah transfer. Jika kita berpikir sedikit lebih jernih, tentu pihak bank tidak akan dengan mudah menghubungi kita dengan alasan tersebut, pihak bank tentu memiliki sistem sendiri yang bisa dengan mudah memindah uang jika memang terjadi kesalahan,  kecuali uang tersebut sudah kita tarik dan kita pergunakan sehingga tidak ada lagi di rekening kita?

 

 Penipu juga bisa saja berpura-pura menjadi pihak kepolisian atau penegak hukum,  yang mengatakan bahwa uang yang masuk tersebut adalah uang hasil tindak kejahatan tertentu dan harus dikembalikan.  Mari kita berpikir lebih tenang sedikit,  jika memang pihak kepolisian mencurigai bahwa uang tersebut adalah hasil tindak kejahatan tentu. maka dengan mudah mereka bisa memblokir rekening kita, sehingga kita sendiri pun tidak bisa  mengotak-atik isi di dalam rekening tersebut.  Dan adalah hal yang mustahil jika pihak kepolisian harus menghubungi kita untuk mengembalikan uang tersebut kepada mereka.

Waspada ini Cara Penipu Membohongi Korbanya Di aplikasi Lewat Internet
Waspada ini Cara Penipu Membohongi Korbanya Di aplikasi Lewat Internet

Jika anda merasa bahwa anda sedang menjadi salah satu calon korban modus penipuan salah transfer ada beberapa hal yang sebaiknya Anda lakukan.  Pertama Hubungi atau datang ke bank untuk mengkonfirmasi uang masuk tersebut dari mana asalnya dan bagaimana uang tersebut masuk ataukah setor tunai transfer antar bank ataupun dari ATM?.

Baca Juga:  Cara Menyambungkan dvr XVR atau NVR CCTV anyvision ke Internet Cloud P2P

Anda juga bisa bertanya kepada pihak bank terkait identitas pengirim apakah perusahaan pribadi ataukah mungkin agen brilink atau selebihnya hal ini akan membuat anda lebih mampu mengambil keputusan.  Pada dasarnya salah satu cara paling aman jika kita menemui modus penipuan salah transfer seperti ini adalah,  mengembalikan uang tersebut kepada rekening pengirim  asal.  Misalnya jika rekening tersebut masuk dari rekening lain atas nama bapak Budi, maka alangkah baiknya jika kita juga mengembalikan uang tersebut ke rekening Bapak Budi dengan nomor yang sama. Hal ini untuk mengantisipasi anda menjadi korban penipuan salah transfer atau bahkan mungkin korban pencucian uang kedepannya.

 

Author: Mr. wics

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

18 + thirteen =