Mengulas Fakta kejahatan Penipuan lewat telepon phone Fraud ataupun Scam

Mengulas kejahatan Penipuan lewat telepon phone Fraud ataupun Scam telepon. Penipuan lewat telepon beberapa tahun terakhir marak terjadi di negara kita. Menurut perkiraan admin kotanopan pada tahun 2022 Penipuan melalui telepon belum akan hilang, bahkan mungkin akan semakin canggih, lantas apakah korbanya akan juga bertambah? semoga saja tidak ya. Karena masyarakat kita harusnya juga semakin pandai dan mawas diri terhadap penipuan telepon, scamming dan sejenisnya.

Siapakah sebenarnya para penipu melalui telepon ini? Umumnya para penipu ini terbagi menjadi 3, diantaranya adalah pribadi, atau bekerja sendiri alias iseng-iseng, yang kedua bekerja secara kelompok kecil atau amatiran, dan Sindikat atau profesional, umumnya bahkan di motori oleh WNA atau warga negara asing yang berdomisili di Indonesia, atau bahkan bisa jadi penipunya tinggal di luar negeri akan tetapi yang menjadi target adalah warga Indonesia. Ribet bukan?
baca juga: 
Cara Melacak Posisi Nomor Handphone Berbagai Type

Topik modus penipuan telepon sebenarnya sensitif, akan tetapi akan coba admin imajinasikan dari sudut pandang admin kotanopan yang beberapa kali mendengar kasus penipuan seperti ini. Sehingga admin kotanopan berfikir, mereka sepertinya sindikat yang “lihai”.
Tidak seperti penipuan online dalam kasus jual beli, akan tetapi para penipu melalui telepon ini seolah-olah mereka “memiliki data” para korbanya, baik itu nama domisili dan beberapa data lainya, bahkan terkadang mereka tahu nama anak dati calon korban.



Salah satu contohnya, di sebuah rumah makan, tiba-tiba telepon seorang ibu berdering, dari sudut sana terdengar suara kita sebut saja pelaku”halo ini orang tua dari anak bernama Si anu.”
Sang ibu tentu menjawab “iya pak, saya orang tua si anu”
Pelaku mengatakan “si Anu dengan sepeda motor merk X, mengunakan baju warna biru, tertangkap mengunakan narkoba, dan ibu harus menyetor sejumlah uang, jika tidak anak ibu akan dimasukan penjara sebagai pengedar”

Sang ibu tentu percaya, karena memang anaknya adalah Si Anu, pergi dengan sepeda motor merk X dan baju biru.
Lantas diperdaya untuk mengirim sejumlah uang. Lantas darimana pelaku tahu bahwa Data ibu, anak, sepeda motor dan bajunya? kok bisa sama? tentu saja mereka memiliki mata-mata di sekitar korban, karena korban adalah pedagang maka bisa jadi mata-mata adalah pembeli yang kebetulan mampir disana, ataupun mengamati dari jauh dan lainya.
baca juga :Trik Cara menghindari penipuan Online Dan Ciri-ciri Penipuan online

ilustrasi perkenalan online. sumber : lovetadka.com

Dalam contoh kasus diatas, penipu melalui telepon merangsang naluri orang tua untuk melindungi anak-anaknya, sehingga penipu menakut-nakuti orang tua anak / korban dengan kemungkinan-kemungkinan terburuk yang akan terjadi jika keinginan penipu tidak di turuti secepat mungkin. Jika tidak dituruti, maka anaknya akan segera dijebloskan ke penjara., Mereka mengunakan sifat dasar manusia / orang tua dalam hal ini.
baca juga:
Teknis Pelacakan Handphone Mengunakan Nomor IMEI

Dalam kasus diatas, pelaku akan mengunakan empati, bukan kebodohan ataupun ke tidak tahuan. Karena setiap orang tua pasti tahu bahwa narkoba adalah benda terlarang, dan mereka merasa bahwa narkoba menyasar para anak muda, sehingga ketika sebagian informasi (baju, nama, dll…. ) yang disajikan pelaku adalah benar, maka korban mengangap seluruh informasi dari pelaku adalah benar dan valid.




Kemudian Dari sinilah penipu mengunakan trik lain yaitu misalnya, “jika anak ibu masuk penjara namanya rusak, sekolahnya hancur, masa depan tidak jelas, dan sebagainya….”
Penipu mulai memasukan “bayangan buruk” tentang masa depan anaknya, penipu memanfaatkan “harapan” dari orang tua kepada anaknya, dimana orang tua tentu bersedia melakukan “apasaja” untuk harapan agar masa depan anaknya baik, harapan agar anaknya tidak masuk penjara, harapan agar hal buruk tidak terjadi. Luar biasa memang Trin cara penipu melalui telepon ini memperdaya korbanya.

Diatas hanyalah salah satu contoh tentang bagaimana para penipu melalui telepon bekerja, dan tentu saja bisa saja benar-bisa juga salah. Karena diatas hanyalah imajinasi saya semata, meskipun demikian saya harap kita semua bisa tetap waspada agar tidak menjadi korban penipuan apapun jenisnya.

Author: Mr. wics

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

18 − fourteen =