Inilah Beberapa “Calon” Vaksin COVID-19 Yang Dikembangkan Dunia

Kotanopan.com. Tak terasa kita bersama, bahwa sudah lebih dari tujuh bulan sejak Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO memperingatkan dunia tentang adanya temuan kasus pneumonia misterius di Kota Wuhan, Cina, dimana pada akhirnya menyebar ke berbagai negara dan menyebabkan pandemi global coronavirus atau COVID-19 seperti yang kita rasakan di Indonesia saat ini. Tercatat hingga beberapa saat lalu COVID-19 telah menjangkiti sekitar 33,4 juta Manusia manusia di Bumi, dan telah merenggut sekitar 1 juta korban jiwa, semenjak kemunculanya. Kali ini Kotanopan.com akan coba membahas Beberapa “Calon” Vaksin COVID-19 Yang Dikembangkan Dunia

Bahkan sampai saat ini pun, belum ada stu pihak pun yang bisa memperkirakan dengan pasti dan akurat kapan Pandemi Covid-19 ini akan berakhir, sehingga kita rakyat bumi bisa beraktivitas seperti sebelum adanya covid-19 ini. Upaya pengembangan vaksin terus menerus dilakukan oleh para peneliti di seluruh dunia, dimana Semua orang tentunya juga menunggu-nunggu akan adanya vaksin Covid-19 yang diharapkan dapat mencegah dan memutus penularan COVID-19 secepatnya.

Hingga Saat ini sebagian besar ‘calon’ vaksin COVID-19 sendiri tengah menjalani tahap uji klinis. Uji klinisnya sendiri terbagi menjadi tiga hingga empat tahap (fase). Tahap awal (fase 1-2) adalah pemeriksaan keamanan, dosis, kemungkinan efek samping dan kemanjuran kandidat vaksin dalam memerangi patogen pada sekelompok kecil orang saja, karena memang masih tahap uji semata.

Tahap selanjutnya atau biasa disebut fase 3-4, para akan mulai peneliti menguji kemanjuran vaksin, sambil memantau reaksi merugikan terhadap ratusan hingga ribuan sukarelawan. Vaksin akan disetujui peredarannya jika hasil percobaan menunjukkan bahwa vaksin itu aman dan efektif, serta lebih banyak membawa manfaat daripada risiko terhadap pengunaanya.

Menurut data dari WHO, beberapa kandidat vaksin COVID-19 sudah berada dalam fase 3. Menurut perkembangannya berikut ini adalah beberapa ‘calon’ vaksin yang bisa dibilang paling menjanjikan yang admin kutip dari Berbagai sumber.

vaksin covid-19 (Sumber gambar Fresh Daily via Tribunnews.com)

Vaksin Oxford / AstraZeneca
Vaksin yang disebut ChAdOx1 nCoV-19 ini dikenal sebagai vaksin Oxford, dikembangkan oleh Universitas Oxford, Universitas Asal Ingris ini bekerja sama dengan perusahaan farmasi AstraZeneca. Vaksin ini dibuat dari versi lemah virus flu biasa, yang disebut adenovirus, yang menginfeksi simpanse. Para peneliti mengubah virus secara genetik sehingga tidak dapat bereplikasi pada manusia dan menambahkan gen ke kode untuk spike protein yang digunakan virus corona untuk menginfeksi sel manusia. Secara teori vaksin ini akan mengajari tubuh untuk mengenali spike protein tersebut, sehingga saat seseorang terpapar, sistem kekebalan tubuh bisa menghancurkannya. Uji klinis Vaksin Oxford / AstraZeneca fase 3 telah dilakukan di AS, Inggris dan negara lainnya.



Vaksin Sinovac
Disebut juga sebagai Vaksin CoronaVac, vaksin ini dikembangkan oleh Sinovac Biotech yang berbasis di Beijing, Tiongkok, atau asal pertama kali Virus ditemukan, Perusahaan ini telah menyatakan bahwa vaksin ini aman dan efektif dalam uji klinis awal, dan saat ini sedang menjalani uji klinis fase 3. Vaksin ini dibuat dari versi virus SARS-CoV-2 yang sudah tidak aktif alias mati, tidak seperti vaksin Oxford yang merupakan bentuk vaksin hidup yang dilemahkan. Tiongkok telah memakai vaksin ini untuk penggunaan darurat (bersama dengan dua vaksin lain yang dikembangkan oleh Sinopharm). Sekitar 90% karyawan Sinovac dan keluarganya telah divaksinasi di bawah program penggunaan darurat di negara Asal.

Vaksin Sinopharm
Vaksin ini di kembangkan oleh perusahaan farmasi ‘BUMN’ Milik  Tiongkok, dimana adalah bentuk virus SARS-CoV-2 yang tidak aktif. Sinopharm diberitakan juga telah melakukan uji coba fase 3 di Abu Dhabi, Peru dan Maroko. Para sukarelawan menerima satu dari dua jenis vaksin. Vaksin kedua yang dikembangkan bersama dengan Institut Produk Biologi Beijing juga sedang dalam uji coba fase 3 di Uni Emirat Arab dan Argentina. Ratusan ribu warga Tiongkok telah divaksinasi oleh salah satu dari dua vaksin Sinopharm di bawah program penggunaan darurat, bersamaan dengan vaksin

Baca Juga Dalam 2 menit Robot Ini mampu membunuh Corona

Vaksin Moderna
Diberi codename: mRNA-1273, vaksin ini dikembangkan oleh perusahaan bioteknologi Di AS, Moderna dan National Institute of Allergy and Infectious Diseases (NIAID). Vaksin ini adalah vaksin pertama yang diuji cobakan pada manusia di AS. Vaksin Moderna mengandalkan teknologi yang belum pernah digunakan dalam vaksin tradisional, bagian dari materi genetik yang disebut messenger RNA (mRNA). Vaksin mRNA terdiri dari materi genetik yang mengajarkan sel untuk membangun protein virus sendiri. Vaksin mRNA ini memiliki beberapa keunggulan, termasuk lebih cepat dan lebih mudah dibuat daripada vaksin tradisional, yang memerlukan waktu untuk berkembang karena para ilmuwan harus menumbuhkan dan menonaktifkan seluruh patogen atau proteinnya. Vaksin mRNA mungkin juga lebih tahan lama terhadap patogen yang cenderung bermutasi, seperti virus corona dan virus flu. Vaksin mRNA telah terbukti menjadi alternatif yang menjanjikan untuk vaksin tradisional. Dengan teknologi Milik AS sepertinya ini adalah salah satu Vaksin yang cukup menjanjikan, mengenai Harga>? Mohon maaf admin belum tahu, karena belum resmi rilis.

Vaksin CanSino
Kembali lagi ke Negeri tirai Bambu, yang meneliti vaksin CanSino Biologics, yang mana bekerja sama dengan Institut Bioteknologi Beijing, mengembangkan kandidat vaksin menggunakan adenovirus yang dilemahkan. Berbeda dengan vaksin Oxford yang mengandalkan adenovirus yang menginfeksi simpanse, CanSino Biologics menggunakan adenovirus yang menginfeksi manusia. Vaksin ini telah diuji coba di Wuhan (tempat kasus virus corona pertama kali muncul), melibatkan 508 peserta yang secara acak ditugaskan untuk menerima salah satu dari dua dosis berbeda dari vaksin ini. Hasil studi juga tidak menemukan efek samping yang serius, meskipun beberapa melaporkan reaksi ringan atau sedang termasuk demam, kelelahan dan nyeri di area suntikan. Vaksin ini diberi persetujuan untuk digunakan di personil militer Tiongkok dan sekarang juga sedang menjalani uji coba fase 3 di luar Negeri tirai bambu Tiongkok.

Baca Juga Bahaya Dan resiko Instal Aplikasi Android dari Luar Playstore

Vaksin Pfizer / BioNTech
Dari namanya saja saya kira bisa di tebak ini adalah vaksin dari jerman. naPfizer dan perusahaan bioteknologi Jerman, BioNTech, sedang mengembangkan vaksin yang menggunakan messenger RNA untuk mendorong sistem kekebalan tubuh dalam mengenali virus corona. Pfizer dan BioNTech juga telah melakukan uji coba fase 3 yang melibatkan 30.000 sukarelawan di 120 lokasi di seluruh dunia. Jika vaksin itu terbukti aman/efektif dan disetujui, mereka akan memasok hingga 100 juta dosis pada akhir tahun 2020 dan sekitar 1,3 miliar dosis sampai akhir tahun 2021.

Hasil uji coba vaksin Pfizer / BioNTech ini tidak menyebabkan efek samping yang serius dan dapat memacu respons kekebalan. Para peneliti menemukan bahwa vaksin mendorong sistem kekebalan untuk membuat antibodi penawar pada tingkat 1,8 hingga 2,8 kali lebih tinggi daripada yang ditemukan pada pasien yang pulih. Belakangan, Pfizer juga mengumumkan hasil baru bahwa vaksin itu juga mendorong produksi sel-T khusus untuk melawan virus corona baru.

Vaksin Novavax
Selain Tiongkok, sepertinya Perusahaan pengembangan vaksin yang berbasis di AS juga turut berlomba untuk membuat vaksin yang efektif, dimana Novavax juga sedang mengembangkan kandidat vaksin virus corona yang diberi nama NVX-CoV2373. Disebut “vaksin nanopartikel rekombinan,” vaksin ini terdiri dari beberapa spike protein SARS-CoV-2 yang digabungkan dalam nanopartikel bersama dengan senyawa peningkat kekebalan yang disebut adjuvan. Informasi tambahan Perusahaan yang belum pernah membawa vaksin ke pasaran dalam 33 tahun sejarahnya ini di sebutkan telah membuat sebuah kesepakatan senilai sekitar $ 1,6 miliar dengan pemerintah AS di bawah Operasi Warp Speed. Dari hasil uji coba vaksin Novavax ini terbilang menjanjikan.




Johnson & Johnson
Perusahaan yang terkenal akan produk khusus bayi ini juga ikut melakukan pengembangan vaksin COVID-19. Bersama anak perusahaan farmasi mereka, Janssen Pharmaceutica, Johnson & Johnson telah melakukan uji coba fase 3 yang melibatkan 60.000 sukarelawan di AS, Brasil, Chili, Kolumbia, Meksiko, Peru, Filipina, Afrika Selatan, dan Ukraina. Vaksin yang disebut Vaksin Ad26 ini dikembangkan dari adenovirus yang dilemahkan dan diberikan kepada sukarelawan sebagai dosis tunggal. Vaksin ini disebut vaksin berbasis vektor karena menggunakan virus yang dilemahkan untuk menyampaikan informasi patogen ke tubuh untuk memicu respons imun. Vaksin ini dibuat menggunakan teknologi yang sama dengan yang digunakan untuk mengembangkan vaksin Ebola. Jika vaksin Ad26 terbukti aman dan efektif pada uji coba fase 3, Johnson & Johnson akan merilis vaksin ini pada awal 2021.
baca juga 
Cara pendaftaran Prakerja Untuk pemula dan syaratnya

Demikian Artikel Inilah Beberapa “Calon” Vaksin COVID-19 Yang dikenal Dunia Meskipun pada faktanya masih ada lebih banyak vaksin lagi, di Indonesia sendiri ada  vaksin ‘Merah-Putih’ yang sedang dikembangkan oleh beberapa lembaga seperti Eijkman, LIPI, ITB, hingga UI. Kehadiran vaksin ini akan melengkapi stok vaksin di Indonesia untuk memerangi COVID-19 Terutama di Indonesia.
Sebelum vaksin covid-19 ditemukan, alangkah baiknya kita mengikuti anjuran pemerintah, terutama pengunaan masker, protokol kesehatan, dan rajin cuci tangan agar terhindar dari Virus Covid-19. Karena bagaimanapun vaksin bukanlah ‘senjata pamungkas’ untuk melawan virus Covid-19.

Sumber Kasksus, livescience.com, bbc.com

Author: Mr. wics

1 thought on “Inilah Beberapa “Calon” Vaksin COVID-19 Yang Dikembangkan Dunia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

nine + 8 =