Belajar Online, Antara Minat, kebutuhan dan Keleluasaan

Pembelajaran Online di era Pademi covid 19 ini mengingatkan saya kembali masa-masa SMP saya dahulu. Dimana kali ini saya, akan coba membagikan sebuah kisah Nyata yang cukup panjang, dan semoga pembaca sekalian tidak merasa bosan dengan kisah ini. Karena tulisan ini mirip dengan keadaan saat ini, bahkan bisa dikatakan lebih mengenaskan jaman saya dulu SD dan SMP ya.

Belajar online kali ini sepertinya menjadi sebuah beban tersendiri bagi kebanyakan orang, terutama para murid. Meskipun menurut saya pribadi, sebenarnya ini bukanlah sebuah beban, namun lebih kepada “minat, kebutuhan dan keleluasaan” Kenapa saya katakan minat? Kembali ke sebuah kisah nyata, ketika saya SMP dahulu ada seorang Murid yang sangat jarang sekali masuk sekolah, biasa masuk sekolah hanya 3-7 hari dalam 1 bulan pelajaran. Percayalah, dia Lulus dari sekolah tersebut, dengan mendapat nilai akademik terbaik, tapi nilai kelakukan tetap C, karena terlalu sering absen dan sering berdebat dengan guru-gurunya.
baca Juga Solusi Memperbaiki Wifi Handphone terhubung Tapi tidak bisa mengakses Internet

Kita tidak akan membicarakan tentang bakat, kecerdasan, ataupun “magic” dan sejenisnya, disini saya akan mencoba membahas “minat, kebutuhan dan keleluasaan” karena 3 hal ini yang mendorong siswa tersebut, dan menjadi salah satu landasan utamanya sehingga meskipun sangat jarang sekali masuk sekolah, setiap ujian selalu mendapat peringkat pertama, Dan tentu saja hal itu membuat banyak teman-teman dan Gurunya heran. Namun saya pribadi tidak merasa heran, karena saya cukup mengerti apa yang dilakukanya meskipun tidak datang ke sekolah.

Pertama adalah Minat, saya akui minat belajar adalah hal yang penting, dan itulah yang harus dimiliki, bukan hanya sekedar belajar sekedar belajar saja, tapi minat akan ilmu pengetahuan adalah hal yang penting sekali, Buku atau materi pembelajaran pada saat saya SMP, kebanyakan kita dapatkan dari sekolah dan perpustakaan baik itu milik sekolah ataupun perpustakaan Umum, dan darisana sang murid mendapatkan tambahan-tambahan pengetahuanya. Dari setiap buku pelajaran yang dibaca, dan buku-buku perpustakaan yang hampir setiap dia datang ke sekolah selalu mengembalikan buku yang di pinjam, dan kembali meminjam buku untuk belajarnya dirumah.
Hal itu di landasi oleh 1 hal, yaitu Minat akan belajar.



Kebutuhan, yuup… kebutuhan setiap siswa adalah berbeda, baik itu dalam hal cara dia mencerna pengetahuan, atau kebutuhan informasi, materi dan bahan yang diperlukan setiap siswa agar dia bisa mencerna, dan mengerti setiap materi yang dijelaskan oleh gurunya, atau lebih tepatnya “metode komunikasi antara Guru dan murid”, karena setiap murid memiliki daya tangkap ataupun exspresi penerimaan yang berbeda terhadap materi yang diterimanya. Melihat kembali kisah Murid SMP diatas, Sekolah SDnya dihabiskan di 5 Sekolah berbeda, dimana 3 sekolah Dasar Negeri, 1 SD Bopkri, dan 1 SD karitas. Tidak perlu dibayangkan, nanti anda pusing. wkwkw….
Baca Juga 
Cara Mudah Mengetahui Nama Kontak WA Kita di HP Orang Lain Paling efektif

Sumber gambar :kemdikbud

Namun sepertinya hal kebutuhan materi maupun komunikasi dalam hal pendidikan di Era sekarang, bisa dikatakan Hampir tidak menemui kendala berarti, karena bahkan kita bisa mencari setiap pembahasan dan jawaban dari persoalan sekolah dari Internet, baik melalui Browsing ataupun bertanya pada guru atau sesama siswa tanpa perlu pergi ke perpustakaan. dan berpanas-panas ria seperti jaman saya SMP dahulu.

Yang terakhir adalah Keleluasaan, keleluasaan tempat dan waktu adalah hal yang seharusnya bisa kita manfaatkan, karena kita tidak perlu bangun pagi, mandi, dan khawatir tertingal Bis hanya untuk sampai ke sekolah, ataupun nanti telat tidak sarapan. keleluasaan kita menerima materi, karena tugas yang kita dapat akan tersimpan secara digital, sehingga kita tidak perlu khawatir tidak akan mendapat materi atau tugas yang diberikan guru kita bukan?
lantas kenapa sekarang kita mengeluh dengan cara belajar online ini?

Dimana begitu banyak hal bisa kita dapatkan dan manfaatkan, dengan keleluasaan yang ada, alangkah baiknya, kita terus mencoba menjadi lebih baik, karena jauh sebelum ini saya pernah melihat seorang anak usia belasan tahun yang pernah mempraktekanya, dengan hasil yang tidak mengecewakan.

Author: Mr. wics

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

eighteen − 8 =