Gejala Anosmia dan ketika Ketika Covid-19 Masuk ke Kotanopan

Resmi sudah covid-19 masuk ke kotanopan mandailing Natal sumut, lantas seperti apa rasanya?

Kotanopan.com. Resmi sudah covid-19 masuk ke kotanopan mandailing Natal sumut, lantas seperti apa rasanya?
seperti yang pernah admin tulis di sini,Mandailing Natal Sumatera Utara zona merah Covid-19, dan rasanya biasa saja iya biasa saja rasanya. Meskipun demikian sebagian Kecil masyarakat kotanopan sudah mulai mengunakan masker untuk beraktifitas. Namun kali ini admin kotanopan.com akan coba mengingat sedikit rentetan peristiwa yang dimulai pada sekitar akhir Agustus atau awal September 2020.

Dimana pada Awal september 2020, admin mendengar ada Beberapa Masyarakat di daerah kotanopan yang mengalami Anosmia, atau kehilangan Indera penciuman, dimana banyak artikel dan informasi menyebutkan Anosmia bisa jadi adalah salah satu gejala dari Covid-19. Berdasarkan penelusuran admin kotanopan.com, anosmia sendiri sebenarnya sudah ada sejak beberapa tahun lalu, dimana di beberapa artikel tahun 2018 disebutkan anosmia pernah juga dibahas di https://www.halodoc.com/artikel/salah-kenali-aroma-hati-hati-anosmia.
Baca juga:
Inilah Beberapa “Calon” Vaksin COVID-19 Yang Dikembangkan Dunia

Pada tahun 2018, belum ada informasi tentang covid-19. Namun pembahasan Anosmia sudah ada, sehingga belum tentu anosmia selalu adalah covid-19, bisa saja penyakit lainya. Lantas kenapa admin kotanopan.com membahas anosmia dan Covid-19? oke, mari kita kembali ke topik awal. Pada awal September 2020 cukup banyak Masyarakat Kotanopan yang menderita anosmia.

Dari informasi yang admin dapatkan, banyak diantara masyarakat yang terkena Anosmia tersebut yang sebenarnya sudah di anjurkan untuk melakukan Rapid Tes di Fasilitas kesehatan, namun banyak yang menolak, padahal rapid tes adalah gratis adanya. Hingga sekitar pada tanggal 4 September 2020 ada Masyarakat yang menderita Anosmia bersedia dilakukan Rapid tes, pada saat itu Hasilnya adalah Non Reaktif, atau tidak ada gejala terpapar covid-19. Maka keadaan kembali ke biasa saja, dan beberapa hari kemudian Anosmianya sembuh.



Pada sekitar tanggal 12 Oktober 2020, Orang yang bersangkutan kembali dilakukan Tes Rapid, dan hasilnya adalah Reaktif, dimaka kemudian tanggal 13 Oktober dilakukan Swab PCR, dan hasil SWAB keluar tanggal 19 Oktober menyatakan dia Positif Covid-19. Jika kita kembali mengingat mengenai Awal mula pada awal September atau akhir Agustus 2020 dimana banyak Masyarakat terkena Anosmia.

Kemudian dilakukan Tes pada salah satu warga pada 4 september kemudian Non reaktif, dan dilakukan tes kedua pada sekitar 12 Oktober didapat Reaktif, pada tes kedua ini subyek sudah sembuh dari Anosmia, maka bisa kita simpulkan bahwasanya setidaknya lebih dari 30 hari pun Virus Covid-19 masih bisa bertahan di Tubuh pasien. Dengan Asumsi bahwa benar pada tanggal 4 September 2020 Anosmia pada orang tersebut adalah Disebabkan oleh Covid-19.

Lantas bagaimana penyebaran Anosmia di Kotanopan? dalam hal ini admin kotanopan.com cukup sulit mendapatkan data-data mengingat kebanyakan Masyarakat juga seolah kurang peduli, namun dari iNformasi yang kami dapat setidaknya pada Awal september atau Akhir Agustus 2020, Anosmia ada di 2 desa yang saling bersebelahan. Dimana Sukarelawan tes ini adalah berada pada setidaknya urutan ke 3 yang terkena anosmia.



Dari urutan peristiwa-peristiwa diatas, maka Patut diduga bahwasanya Virus Covid-19 sudah masuk ke kotanopan setidaknya pada Awal september 2020, jika kita berasumsi bahwa Anosmia Pada sukarelawan kita yang di Tes 4 September disebabkan oleh Covid-19. Meskipun demikian dari penuturan subyek kita, gejala yang dirasakan hanyalah Kehilangan indera penciuman saja, selebihnya tidak ada gejala lain yang serius. Bahkan tidak mengira bahwa dia terkena Covid-19.
meskipun hal ini bukan lantas menjadi sebuah pedoman, mengingat bahkan hal ini hanya di sampaikan oleh 1 orang saja. Namun satu hal yang kita pelajari, tidak mungkin virus Covid-19 datang tiba-tiba tanpa ada pembawa virus tersebut bukan? Jadi siapa pihak yang terkena virus ini sebelum covid-19 menular ke Subyek kita? Dalam hal ini admin kotanopan juga belum tahu.
baca juga 
Cara menyambung ke wifi dengan aplikasi WiFi Warden untuk android

Hasil rapid Non reaktif, SUmber Dokpri

Dari uraian kita diatas, maka admin kotanopan.com menyimpulkan beberapa Hal.

1. Bahwa patut diduga, Covid-19 sudah masuk ke Kotanopan pada Akhir agustus atau Awal september 2020, berdasarkan riwayat subyek atau pasien yang di rapid dan di Swab diatas, dan adanya Informasi bahwa Anosmia sudah ada sejak Akhir Agustus atau Awal september 2020.

2. Masyarakat masih engan dilakukan Rapid Tes terkait Covid-19 di faskes terdekat, dengan berbagai alasanya, ada yang tidak percaya, ada yang takut, dan lainya.

3. Bahwa patut diduga Sebenarnya ada lebih banyak masyarakat yang sudah terpapar Virus covid-19 di daerah kotanopan daripada data yang di rilis secara resmi, namun belum terdeteksi karena masyarakat engan atau tidak bersedia melakukan Rapid atau Swab tes Di Faskes. Meskipun pada 19 Oktober 2020, Faskes terdekat yaitu Puskesmas kotanopan sudah mengadakan Swab Masal gratis untuk masyarakat, dimana hasil akan keluar sekitar 7 hari setelah tes SWAB.

4. Bahwa vir  etelah-terinfeksi?page=all
Bahkan sebuah artikel menyatakan OTG bisa berpotensi menbawa virus hingga 45 hari. https://riaupos.jawapos.com/nasional/24/06/2020/233822/pasien-otg-berpotensi-bawa-virus-corona-selama-45-hari.html

dari beberapa Uraian diatas, maka sudah saatnya kita lebih mengikuti protokol Kesehatan, bahkan admin kotanopan secara pribadi selalu menekankan bahwa “sudah saatnya kita berfikir semua orang adalah OTG, tanpa pandang bulu, agar kita selalu disiplin menerapkan protokol kesehatan” Karena Dengan menganggap semua orang OTG, maka kita akan waspada sama-sama memakai masker, Selalu menjaga jarak.

Author: Mr. wics

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

two × one =