Digitalisasi SPBU Suka duka dan Praktek Di lapangan

Kotanopan.com. Digitalisasi SPBU Suka duka dan Praktek Di lapangan, berdasarkan pengalaman Admin kotanopan.com. Sekitar kurang lebih 2 tahun ini Banyak SPBU milik pertamina di Indonesia menerapkan digitalisasi, baik mengenai system manajemen SPBU, laporan penjualan hingga stock keluar masuk bahan bakar, bahkan sampai  detil yaitu data pembelian bahan bakar Bio solar  bersubsidi. Contohnya, ketika anda membeli Bio solar bersubsidi, akan diminta Nomor Plat kendaraan, hingga nomor HP anda.

Seluruh data tersebut tersimpan di database, sehingga jam berapa anda mengisi, berapa jumlah anda mengisi tangki anda, dan siapa operator yang mengisi akan tercatat rapi di database, sehingga mempermudah monitoring penjualan. Tentunya terutama untuk bahan bakar bersubsidi seperti Bio Solar. Meskipun demikian, sebenarnya hampir semua BBM juga dilakukan monitoring, tidak terbatas pada BBM bersubsidi, dimana hasil rekap akan bisa kita cek setiap hari.
baca juga:Gejolak Pasca Dugaan Keluarnya Gas Beracun H2S PT. SMGP Mandailing Natal

 

Suka duka digitalisasi SPBU, Sumber gambar:pertamina

Seperti pepatah admin kotanopan.com, “tidak ada teknologi yang sempurna, kita manusialah yang harus menyempurnakanya” demikian juga dengan Digitalisasi SPBU pertamina. Masih banyak hal yang sepertinya perlu dibenahi. Terutama pada system penjualan BBM bersubsidi seperti Bio Solar, untuk melakukan pengisian Bio SOlar maka kita perlu mengisi Plat kendaraan, nomor Hp dan nominal pengisian, Baru Nozzle bisa kita pakai. Memang terlihat sederhana, namun prakteknya terkadang tidak semudah itu, terkadang jaringan tidak stabil, EDC bermasalah (sinyal lemah).

Bahkan untuk melakukan pengantian Shift (close Shift) saja, terkadang beberapa operator masih mengalami kesulitan. Digitalisasi juga menuntut pihak pengelola SPBU untuk lebih disiplin melakukan Close Day, atau penutupan hari dimana ini hanya bisa dilakukan pagi hari dan maksimal pukul 07.00WIB. jika tidak ada close day, maka akan terjadi resiko data tidak tersinkron, atau Server komputer error. Celakanya, jika komputer error maka pompa SPBU macet, dan penjualan berhenti sementara.




 

akan tetapi sebenarnya hal ini juga berguna untuk pengelola atau pemilik SPBU juga, seperti Ketika akan melakukan audit penjualan. Kita bisa melihat Berapa Litar penjualan pada hari ini, kemarin atau tahun lalu. Dimana data ini bisa segera kita ambil melalu dahboard panel kita. Dan cara melihat data penjualan BBM melalui dashboard SPBU juga mudah kok, simpel tidak ribet. Kemudian hasil penjualan bisa kita cetak dengan printer biasa, dan simpan sebagai arsip siapa tahu tiba-tiba ada Inspeksi mendadak dari PErtamina atau BPH migas, atau pihak lainya.
baca juga :Penyebab dan Solusi Handphone Oppo A37 Selalu masuk Recovery Mode

Kelebihan Digitalisasi SPBU lainya adalah kita bisa memantau stock BBM di tangki penjualan secara realtime melalu Handphone kita, tanpa perlu membuka tangki tanam dan melalakukan pengukuran manual, atau tanpa perlu melihat totalosator untuk membaca jumlah penjualan kita. Akan tetapi terkadang jaringan juga error atau bermasalah, sehingga penjualan tidak bisa dilakukan, lantas apa solusinya? Sederhana terutama untuk penjualan BBM bersubsidi kita tinggal aktifkan mode manual Pada Nozzle SPBU, dan mencatat Nomor Plat dan data pelangan secara manual (ribet dikit yang penting bisa jualan), wkwkwkw…

Author: Mr. wics

1 thought on “Digitalisasi SPBU Suka duka dan Praktek Di lapangan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

fifteen + 9 =