Cara Menanam Cabai Di lahan Minimalis dengan hasil Maksimal

Siapa seh diantara kita yang tidak kenal dengan nama Cabai atau biasa di sebut Cabe? tumbuhan terkenal yang masuk dalam keluarga anggota genus Capsicum pastilah sangat populer diantara kita rakyat Indonesia ini,
Dan kali ini kita akan membahas tentang Cara saya Menanam Cabai Di lahan Minimalis dengan hasil Maksimal sepanjang sepengetahuan admin yang juga masih belajar ini.

Kebetulan admin juga suka melihat dan bercocok tanam apalagi jika melihat tumbuhan yang tumbuh subur, hijau buah lebat siapa seh yang engak suka? apalagi jika yang ditanam adalah cabe, salah satu komoditi pangan yang termasuk mudah penjualanya di tanah Sumatera ini, hehehe…
Cabe yang ditanam adalah cabe Panjang yang tingkat pedasnya tergolong tinggi, perawatan tidak rumit dan usia Juga tergolong panjang, apalagi jika pupuk di kombinasi dengan pupuk kandang yang sudah diolah dengan tipe bakteri pengurai + dicampur gula pasir, Insya Allah usia panen akan lebih panjang daripada biasanya. Atau anda juga bisa membaca secara legnkap.

Cara Memperpanjang Umur Cabai Agar Usia Tanaman Cabai Lebih Lama

Sebenarnya lahan cabe ini tidaklah begitu luas, hanya sekitar hitungan 1000an Batang saja, Maklum tahun kemarin hasil kurang maksimal, meskipun tidak rugi, tapi memang sempat dapat harga kurang tinggi,
ditambah lagi pada akhir masa panen pohon sempat terkena Hama Laba-laba kecil. Ditahun ini Admin berharap hasilnya akan lebih baik lagi, meskipun beberapa waktu lalu semat diserang sejenis ulat grayak, hingga terpaksa dilakukan penyemprotan dengan Insektisida kontak, karena pentumbuhan hama cabe ulat grayak ini sangat cepat bahkan dalam 2 hari saja sudah menyebar, setelah dilakukan penyemprotan dengan insektisida + LEM akhirnya ulat grayak Pada Cabe mulai menghilang.

Beberapa waktu lalu kebun cabai ini terkena penyakit busuk buah antraknosa, dan kami bahas di :Mengobati tanaman cabe yang terkena penyakit Patek Antraknosa atau Buah terbakar

Untuk Metode Pemupukan tanaman Cabai Pada lahan minimalis ini sendiri saat ini sekitar 10Hari sekali dipupuk, kadang mengunakan pupuk Pabrik, terkadang mengunakan Pupuk kandang yang diuraikan Dengan air + bakteri + gula, karena setahu admin, pupuk kandang biasanya bagus untuk perawatan dan membuat masa umur hidup tanaman cabai lebih panjang lho.



Apalagi di usia cabe yang mulai buah pertama, asupan air juga tidak boleh kurang apalagi tersendat, harus setiap hari kena air, Sedangkan Insektisida hanya diberikan jika memang hama mulai muncul, biar ngirit, bahkan jenis insektisidanya kadang juga kita ganti agar hama tidak kebal.

Untuk pupuk juga bervariasi, karena masa tumbuh daun dan masa buah memerlukan asupan pupuk yang berbeda-beda. Tambah lagi, ini adalah lahan yang biasa ditanam pagi, namun tahun ini memang coba ditanam cabai.
Demikian sedikit tulisan tentang Cara saya Menanam Cabai Di lahan Minimalis dengan hasil Maksimal, Semoga bisa menjadi referensi untuk kita semua, bahwa lahan minimalpun jika kita usahakan dengan maksimal Insya Allah akan ada hasilnya juga, Buat teman-teman yang juga suka menanam cabe dan mau membagi ilmunya sama saya, saya sangat senang sekali, salam dari kebun Cabe minimalis di kotanopan

Author: Mr. wics

15 thoughts on “Cara Menanam Cabai Di lahan Minimalis dengan hasil Maksimal

    1. iya Om, kalau diruang terbuka memang hamanya kadang berganti-ganti, harus periapan jaring penutup dan insektisida harus sediakan beberapa jenis

    1. saya juga masih belajar om, ini sudah ada satu dua lembar daun bawah yg udah agak kuning,rasanya merawat cabai ini seperti merawat anak sendiri,,,
      hahaha

    1. bisa jadi pengaruh tanah om, kadang pupuk, bisa juga benihnya, kadang ada juga yg daun bagu tapi buah gk ada,

  1. kebetulan di samping rumah ane juga ane tanam cabe gan, sekarang masih kecil-kecil tanaman nya. Yang paling besar ada 1, tapi cabe nya kok nggak begitu pedas getu, apa mungkin karena nggak dikasih pupuk ya faktor nya 😀

  2. Makasih tips cara menanam cabe di lahan minimalus.
    Kalau saya cuma menebar biji cabe di halaman rumah dibiarkan tumbuh sendiri alami. Hehehe.. Ternyata tanaman cabe harus dipupuk juga baru tahu saya.

    1. iya om, harus dirawat, ibarat kata “seperti merawat anaks endiri”, apalagi kalau keserang ulat grayak, bisa jam 11 malam kita pergi ke kebun hanya untuk semprot doang. hehehe……..

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

five × three =